Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juni 2016

Kemeriahan Pekan Kesenian Bali (PKB)




Hi...

Lama tak bersua ya.. Karena ada sedikit kesibukan jadi agak lupa buat ngepost di blog ini. hehe

Baiklah, kali ini saya akan coba berbagi tentang sebuah acara yang lagi-lagi di Bali.. *memang Bali ga ada habisnya*. Acara kali ini dinamakan Pekan Kesenian Bali atau disingkat "PKB" *bukan nama salah satu parpol ya*. Acara ini bisa dibilang adalah pesta rakyat karena apa? karena pesta ini dapat dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat baik itu penduduk asli Bali maupun wisatawan luar Bali. Yap, pesta ini sengaja dan rutin diadakan oleh Pemerintah Provinsi Bali setiap tahunnya. Pesta ini menjadi sebuah wadah kreatifitas untuk para seniman untuk tetap menjaga dan melestarikan seni dan budaya Bali. Ya maklum lah, kalau saya lihat sendiri budaya dan kekhasan Bali sudah mulai sedikit demi sedikitnya tergerus oleh era modernisasi. Hal ini bisa dilihat dari minat remaja atau pemuda Bali yang lebih memilih tradisi kebarat-baratan.
Pekan Kesenian Bali (PKB) untuk tahun 2016 ini diselenggarakan mulai pada tanggal 11 Juni 2016. Pada pesta pembukaan PKB dilakukan semacam karnaval atau pawai yang diselenggarakan di depan monumen perjuangan Bajra Sandhi. Pada pembukaan tersebut diikuti oleh kontestan dari 8 Kabupaten dan 1 Kota yang menampilkan ciri khas dari daerahnya masing-masing. Dan yang menjadi spesial pada pembukaan PKB kali ini adalah hadirnya Bapak Presiden RI yaitu Bapak Joko Widodo beserta Istri yang ikut memeriahkan pembukaan PKB tahun 2016 ini.
Acara PKB tersebut diselenggarakan di Art Center dengan beragam kegiatan, mungkin untuk acara ini saya engga akan bahas karena saya tidak menyaksikan secara langsung.. hehe
Jadi bagi yang mau menyaksikan PKB ini, silahkan datang langsung ke sini.. Mumpung masih belum berakhir.

Berikut beberapa foto yang berhasil saya tangkap pada acara pembukaan PKB.



Rabu, 23 Maret 2016

"Surga" Di Bawah Laut itu Bernama MENJANGAN



Menjangan Island - Pulau Menjangan - Taman Nasional Bali Barat (TNBB)

Kenapa judul artikel ini seperti sedikit agak Lebay. Karena saya akan sharing tentang sebuah pulau di sebelah barat pulau Bali atau yang dikenal dengan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) atau Pulau Menjangan.

TNBB/Menjangan adalah sebuah pulau yang "SESUATU" banget buat saya pribadi, mengapa ? karena tempat ini merupakan salah satu spot terbaik bagi anda pecinta  olahraga air, terutama snorkeling maupun diving. Sebelumnya saya pernah mengunjungi spot di pantai Amed, dan Tulamben di Karangasem. Kedua spot tersebut memiliki keunikan masing-masing. untuk di Tulamben anda akan disuguhi sebuah penampakan Bangkai Kapal Karam yang sekarang sudah jadi rumah ikan. Namun untuk snorkeling ataupun diving di Menjangan, anda akan disugui pemandangan taman bawah air yang Luarrr Biasaa bagusnya. Yang menjadi unik di Menjangan adalah kalian bisa melihat hamparan terumbu karang di kedalaman sekitar 1-1,5 meter. Namun bagi kalian yang punya nyali lebih, sekitar 100 meter dari bibir pantai kalian akan menemukan sebuah tebing di setelahnya yang entahlan berapa kedalamannya.. Bagi yang suka diving atauppun freedive, bisa dicoba kesana..

Di Pulau Menjangan ini kalian bisa melihat beragam terumbu karang dan banyak sekali jenis-jenis ikan laut, mulai dari clown fish (nemo), kerapu, belut laut, ikan buntal, dan masih banyak lagi. Bahkan kalau kalian beruntung, kalian bisa ketemu sama penghuni laut ini yaitu ikan Whale Shark (ikan hiu paus). Dan saya salah satu orang yang setengah beruntung, mengapa ? karena di spot tersebut saya ga ketemu sama si Whale Shark itu, tapi di perahu saat perjalanan pulang, saya berpapasan dengan "beliau". Beuuuhh rasanya pengen nyemplung lagi dan ber-selfie yang anti mainstream dengan ikan itu.. hehe *maybe next time*.

Kalau kalian mau berkunjung ke TNBB ini atau Pulau Menjangan ini, siap-siap buat menempuh perjalanan yang bisa dibilang engga sebentar, karena perjalanan dari Denpasar ke TNBB ini ditempuh dengan kurang lebih 4-5 jam perjalanan (itu pun kalau lancar). Setelah disana kalian harus membeli tiket masuk dan biaya sewa kapal. Untuk rincian harganya saya lupa... hehehe. Saya sarankan bagi kalian yang mau kesana, mending ajak temen-temen, karena bisa sharing untuk biaya sewa kapalnya. Kapal itu sendiri disewa dengan durasi 3 jam dan kita bakal di anter ke 2 spot.

Hmm... apalagi ya, mungkin cukup itu dulu info yang bisa saya bagikan, karena kalau cuma lewat artikel engga akan bisa menggambarkan panorama yang ditawarkan oleh si Menjangan. Dan saya akan bagikan sedikit dokumentasi yang ada..

Sekian dan terima kasih

Salam.

Foto-foto di Pulau Menjangan




 

Selasa, 20 Januari 2015

Ketika Langit Pantai Padang Galak Berhiaskan Layang-Layang


Festival Layang-Layang.
Adalah sebuah festival yang selenggarakan setiap 1 tahun sekali yaitu pada bulan Juli. Makna dari festival layangan ini adalah persembahan kepada Dewa Rare Anggon yang dipercaya sebagai pelindung areal pesawahan petani sehingga sawah masyarakat Bali tak terkena hama wereng maupun burung. Festival ini diselenggarakan di pantai padang galak Kota Denpasar. Hal ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang akan berkunjung ke Bali karena anda melihat berbagai macam layang-layang berbagai ukuran, mulai dari ukuran kecil hingga ukuran yang sangat besar. Dan jenis layang-layangnya pun beragam, ada yang layangan tradisional hingga layangan berbentuk 3 dimensi. Festival layang-layang ini dilombakan dan diikuti oleh berbagai banjar di denpasar dengan peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa. (Banjar adalah pembagian wilayah administratif di Provinsi Bali, Indonesia di bawah Kelurahan atau Desa, setingkat dengan Rukun Warga. sumber: wikipedia).

Festival ini menjadi ajang adu gengsi dari masing-masing banjar. Bagi banjar yang berhasil menerbangkan layangan dan dapat bertahan lama berada di udara, maka akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi banjar tersebut. Karena menerbangkan dan mempertahankan keberadaan layangan di udara dengan ukuran yang sangat besar tentunya tidak mudah, perlu beberapa orang dewasa yang menerbangkannya dan yang paling penting adalah kekompakan antar anggota. Kesulitan terbesar yang sering dihadapi peserta adalah hembusan angin yang terkadang kencang dan terkadang lemah. Apabila tiupan angin lemah, maka peserta harus segera menarik benang dengan cara berlari.

Bagi anda yang ingin melihat festival layang-layang ini, dapat berkunjung ke Pantai Padang Galak Denpasar yang lokasinya tidak begitu jauh dari Pantai Sanur. Namun yang perlu diperhatikan ketika anda melihat festival ini adalah lokasi anda berada, tetaplah waspada dan jangan sampai anda menginjak benang layangan dan menghalangi peserta lomba yang sedang berusaha menerbangkan layang-layang.

Foto-foto festival layang-layang :

 

 


Senin, 19 Januari 2015

Jatiluwih, "Si Cantik selain Ubud"


Jatiluwih.
Adalah sebuah daerah yang berada di daerah Penebel Kabupaten Tabanan, Bali. Daerah ini sangat terkenal dengan landscape pesawahannya yang dibuat berundak-undak atau terasering dengan latar belakang pegunungan. Hamparan sawah ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara. 
Pemandangan yang dimiliki Jatiluwih ini tidak kalah cantik dengan Ubud. Wisatawan yang datang ke Bali, hampir menjadi agenda wajib harus mengunjungi daerah Ubud untuk dapat melihat teraseringnya, akan tetapi perjalanan yang harus ditempuh ketika berkunjung ke Ubud sudah mulai macet karena akses jalan yang tidak seimbang dengan kendaraan yang melintas. Hal tersebut sangat berbeda ketika anda akan mengunjungi kawasan Jatiluwih. Akses menuju daerah ini memang agak jauh tetapi tidak semacet ketika ke Ubud. Selain itu, pemandangan dan udara disini lebih sejuk dibanding Ubud. 
Maka, bagi anda yang akan berlibur bersama keluarga ke Bali dan sekiranya ingin menikmati sejuknya udara, hijaunya sawah yang berundak dengan berlatar gunung. saya sarankan untuk mengunjungi daerah ini. Untuk perjalanan dari Denpasar ke Jatiluwih dapat ditempuh kurang lebih 1,5 jam.

Foto-foto Jatiluwih :
 

 


Jumat, 05 Desember 2014

Hmmm... Sedapnya Sop Kepala Ikan di Warung Bambu



Selamat pagi, siang, sore, malam pecinta kuliner. Sekarang saya akan membahas tentang salah satu kuliner yang ada di Denpasar Bali. Kalau kuliner di Bali yang banyak orang tau itu diantaranya Ayam Betutu, Nasi Lawar, Nasi Jinggo, Tipat Cantok, Sate Lilit dan masih banyak lagi. Bagi yang suka makanan dari ikan, di Denpasar tepatnya di daerah pantai segara (dekat pantai sanur) ada sebuah tempat makan yang lumayan enak, nama warung itu dikenal dengan sebutan Warung Bambu karena memang bangunannya hampir sepenuhnya terdiri dari bambu. Di warung itu menyediakan berbagai macam makanan yang Insya Allah halal dan menu andalannya adalah sop kepala ikan dan goreng ikan. Untuk menu lengkapnya saya tidak sempat foto #maaf.


Warung ini merupakan salah satu warung favorit saya karena harganya yang terjangkau dan lokasinya mudah serta yang utama adalah karena rasa dari sop kepala ikan itu bisa membuat lidah seakan-akan bergoyang. hehe. Rasa dari sop itu ketika di seruput beuuhhh langsung terasa rasa asam asin sedap seger gimana gitu. Karena kuahnya ditambahkan daun kemangi, dan di taburi bawang putih goreng yang baru dimasak dan langsung ditambahkan di dalam kuah tersebut yang menjadikan rasanya semakin kuat apalagi dimakan saat jam makan siang ditambah minumnya es jeruk. *dilarang ngeces*. Selain kuahnya yang seger, daging dari ikannya pun empuk banget, dimakan dengan nasi yang masih ngebul dan sambel matah khas Bali.. *beuh sadis gila*. Saya sarankan khususnya bagi yang lagi diet, mending hindarin makan disini karena bisa kalap, hehe. *Kidding*

Dilokasi dan di atap yang sama, ada juga warung sate yang tidak kalah rasa mantapnya juga dari warung bambu yaitu "Warung Sate Pantai Segara Bu Haji". Di warung Bu Haji itu tersedia menu sate ayam, sate kambing, gulai kambing, dan soto ayam. Makanan disana Insya Allah halal juga. Jadi bagi yang sedang berwisata ke Bali dan kebetulan sedang berkunjung ke pantai sanur dan sekitarnya, tidak ada salahnya mampir ke warung tersebut.

Perlu dicatat juga, bahwa semua yang saya ceritakan di atas itu bersifat subjektif dari saya sendiri dalam artian ada juga orang yang tidak suka rasanya. Karena selera itu tidak baku.

Foto-foto lainnya:

Warung Bambu.

Warung Sate.




Senin, 24 November 2014

Megahnya Pura Besakih.


Pura Besakih, adalah sebuah komplek Pura yang terletak di Desa Besakih Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Lokasi Pura Besakih ini yaitu berada di kaki Gunung Agung, gunung tertinggi di Pulau Bali yang oleh masyarakat setempat dianggap sebagai gunung suci. Pura Besakih terdiri dari beberapa Pura yaitu:
- 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih)
- 18 Pura Pendamping yang terdiri dari 1 Pura Basukian dan 17 Pura lainnya


Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Tri Murti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur/Reinkarnasi. Pura Besakih masuk dalam daftar pengusulan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995. (sumber: wikipedia)

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Pura Besakih, sebaiknya anda pergi saat pagi hari karena selain perjalanannya lumayan lama dan harus melewati jalanan seperti hutan, juga pemandangan disana akan sangat indah dengan udara yang masih sejuk. Dan usahakan ketika berkunjung untuk menggunakan pakaian yang sopan karena walau bagaimanapun juga Pura Besakih merupakan tempat ibadah. Namun jangan khawatir, disana juga ada tempat-tempat sewa kain untuk digunakan sebagai sarung sebelum anda memasuki kawasan Pura Besakih.

Selain itu, ketika anda berkunjung ke Pura Besakih, akan ada seorang Guide/Pengantar yang siap mengantar anda berkeliling area Pura Besakih dan menjelaskan sejarah dari masing-masing Pura atau area disana. Dia pun akan memberitahukan anda mana area yang bisa kita masuki dan mana yang tidak bisa. Namun jangan lupa untuk menyisihkan uang tips untuk diberikan kepada Guide tersebut sebagai jasa untuk mengantar kita dan bercerita panjang lebar.

Berikut adalah foto di beberapa area Pura Besakih: